Langsung ke konten utama

REBUTAN MAINAN

Indah bukan masa-masa kita diwaktu kecil ? masa masa dimana kita sangat Bahagia… tidak seperti sekarang yang mungkin terbebani cicilan dan lainnya. Sewaktu kecil kita mempunyai sebuah mainan yang sangat kita cintai, apabila mainan tersebut hilang,rusak, kita sangat sedih sekali bukan ? atau Ketika kita saling berebut mainan dengan Kakak dan Adik kita yang mungkin membuat kita jengkel.

SYARAH AQIDAH SALAF WA ASHABUL HADITS (4) AL-QURAN KALAMULLAH

Para Ashabul Hadits seluruhmya meyakini bahwa Al-Quran adalah Ucapan Allah, Kitabnya, Pembicaraannya, Wahyunya, dan apa yang diturunkannya. Dan itu bukan Makhluk, Barangsiapa yang mengatakan Al-Quran adalah Makhluk dan meyakininya maka dia Kafir menurut para Ahsabul Hadits. Dan Al quran adalah ucapan dan Wahyu yang diturunkan Allah kepada Jibril lalu diturunkan Jibril kepada Rasul shallallahu’alahiwassalam diturunkan dengan Bahasa Arab untuk orang orang yang ingin memahami,Sebagai kabar Gembira dan Peringatan.
Al-Quran Kalamullah juga diingkari soleh semua dan sebagian dari kalangan mereka, Mu’tazilah ,Jahmiyah, dan Khawarij. Mengapa demikian ? karena mereka memiliki prinsip dasar yang sesat, yang Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah katakan “Sumber Kebid’ahan” yaitu mereka berdalil tentang makhluk makhluk terdiri Jasad/Benda dan Sifat. Yang menyebabkan mereka menolak semua / Sebagian dari Nama dan Sifat Allah.
Ahlussunnah meyakini Ucapan Allah termasuk sifat Allah. Sebagaimana Nabi berlindung kepada Allah dengan doa a’udzubikallimatillahi tamma, yang artinya “aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah”, itu artinya Tidak mungkin Nabi mengajarkan kita Kesyirikan karna apabila Kalimat Allah itu Makhluk berarti Doa tersebut berlindung kepada Makhluk Tidak mungkin Nabi mengajarkan Meminta kepada selain Allah.
Kalamullah tidak sama dengan ucapan-ucapan Makhluknya, Makhluk yang lemah dan sangat Terbatas.
قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا
Katakanlah (wahai Muhammad), “Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Rabbku, sungguh habislah lautan itu sebelum kalimat-kalimat Rabbku habis (ditulis), meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).
[al-Kahfi/18:109]
Al mu’tazilah, Jahmiyah , dan khawarij Menolak bahwasanya Al Quran Kalamullah,
Dan sebelumnya seperti Injil,Taurat,Zabur , semuanya ialah Kalamullah bukan makhluk.
Dan sesungguhnya Kalamullah merupakan perkara yang Wajib di Imani apabila tidak mengimaninya maka dia Kafir. Dalil nya ialah Seperti yang Allah terangkan dalam Surah Al-Muddatsir bahwa Musyrikin Quraisy mengatakan Al-Quran Makhluk / perkataan Manusia
اِنْ هٰذَآ اِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِۗ
in hāżā illā qaulul-basyar
“Ini hanyalah perkataan manusia.”
(QS. Al Muddasir:74 ayat 25)
-          Al Quran dinamakan Kalamullah, Kitabullah, Wahyu Allah, dan dinamakan dengan Nama yang lain, yang dengan Nama itu yang Menjelaskan apa itu Al Quran.
-          Diantara Dalil Al-Quran adalah Kalamullah :
Firman Allah subhanahuwata’ala :
وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْلَمُونَ
“Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui”. (QS. At Taubah: 6)
Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits:
 كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْرِضُ نَفْسَهُ عَلَى النَّاسِ فِي الْمَوْقِفِ فَقَالَ: أَلاَ رَجُلٌ يَحْمِلُنِي إِلَى قَوْمِهِ فَإِنَّ قُرَيْشًا قَدْ مَنَعُوْنِي أَنْ أُبَلِّغَ كَلاَمَ رَبِّي.
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menawarkan dirinya kepada manusia pada waktu ibadah haji, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Siapa di antara kalian yang sudi membawaku kepada kaumnya? Sesungguhnya kaum Quraisy menghalangiku untuk menyampaikan kalam Rabb-ku.”
HR. Abu Dawud (no. 4734), at-Tirmidzi (no. 2925), Ibnu Majah (no. 201), al-Bukhari dalam Khalqu Af’aalil ‘Ibaad (hal. 41), ad-Darimi dalam ar-Radd ‘alal Jahmiyyah (no. 285), Ahmad (III/390), al-Hakim (II/612-613), dari Sahabat Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhu. Hadits ini dishahihkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim dan disetujui oleh Imam adz-Dzahaby.

-          Al-Quran dibaca oleh Qori Al-Quran, maka itu tetap Kalamullah bukan makhluk. Atau dihafalkan oleh orang yang menghafalnya bagaimanapun dibaca maka tetap itu Ucapan Allah, dimanapun Ditulis maka itu tetap Ucapan Allah.
-          Lafdziyah sama dengan Jahmiyah bahkan lebih jahat dari Jahmiyyah karna Lafdziyah samar atau Syubhat,
-          Ucapan mereka Ahlul Bid’ah yang mengatakan Al-Quran adalah Makhluk adalah ucapan yang Bathil, tidak berlandaskan Kitabullah, tidak berlandaskan kepada Sunnah, tidak berlandaskan kepada Akal, tidak berlandaskan kepada pemahaman yang benar, tidak berlandaskan apapun, kecuali HAWA NAFSU dan FILSAFAT YANG BATHIL.

Demikian yang dapat penulis Share.
 Semoga Allah membalas kebaikan kepada para Asatidz yang sudah memberikan faidah-faidah luarbiasa.
Apabila ada kekurangan dari tulisan penulis, semata-mata itu kesalahan penulis.
Allah azza Wa jalla terbebas dari kesalahan tersebut,
Semoga bermanfaat buat kami dan sebagai tambahan Amal, dan Pembaca sebagai tambahan Ilmu dan Amal.
Semoga Penulis diberikan ke Istiqomahan dalam membuat Faidah-faidah dari Kajian
Wabillahi taufiq

Dimalam nan Indah , 13 Ramadhan 1441 H / 05 Mei 2020
Penulis : Muhamad Nauval Wicaksono