Langsung ke konten utama

REBUTAN MAINAN

Indah bukan masa-masa kita diwaktu kecil ? masa masa dimana kita sangat Bahagia… tidak seperti sekarang yang mungkin terbebani cicilan dan lainnya. Sewaktu kecil kita mempunyai sebuah mainan yang sangat kita cintai, apabila mainan tersebut hilang,rusak, kita sangat sedih sekali bukan ? atau Ketika kita saling berebut mainan dengan Kakak dan Adik kita yang mungkin membuat kita jengkel.

SYARAH AQIDAH SALAF WA ASHABUL HADITS (3) TAHRIF,TAKYIF, DAN TASBIH

 1.      Aqidah Ahlus sunnah dalam Tauhid Asma wa Sifat bahwa mereka tidak merubah rubah (Tahrif) kalimat pada tempat tempatnya, tidak menggantinya ,tidak menambahinya tidak menguranginya, tidak merubah hurufnya tidak pula merubah Harokatnya, tidak pula menTakwilkannya dengan makna makna lain yang tidak terkandung dalam makna lafadznya.
Tahrif ada 2 :
-Tahrif Lafadz : Merubah Lafadznya, seperti yang harusnya Istawa diganti menjadi Istaula
-Tahrif Maknawi : Merubah makna, sedangkan lafadz tetap. Seperti tahrif Tangan Allah dirubah maknanya menjadi Kedua Kekuatan Allah atau Kedua Kenikmatan Allah.
Ahlus Sunnah tidak mentahrif seperti kalangan Ahlul Bid’ah Mu’tazilah yang merubah Lafadz dan Jahmiyah yang tidak menerima Maknawi.
2.      Ahlus Sunnah tidak men Takyif yaitu bertanya Bagaimana, seperti apa. Ahlus Sunnah tidak mempertanyakan seperti apa tangan Allah dan tidak berani mempertanyakan seperti itu. Sebab dengan bertanya seperti apa atau bagaimana berarti dia membuka pintu kesesatan. Karna yang demikian Kaifiyah tidak ada yang mengetahuinya , Allah tidak bisa dilihat, tidak bisa diketahui oleh panca Indra. Sumber untuk mengetahui Allah hanya pada Al-Quran dan As-Sunnah. Apa yang diyakini Ahlus Sunnah yaitu Apa yang dikatakan Oleh Allah subhanahuwata’ala
3.      Ahlus Sunnah juga tidak Menyamakan sifat Allah dengan Makhluk (Tasbih), Haram hukumnya Menyerupakan Allah dengan Makhluk. Ahlus Sunnah senantiasa dilindungi Allah subhanahu wata’ala, karena ahlus sunnah tidak merubah (tahrif), tidak juga mempertanyakan bagaimana (Takyif) dan juga tidak tidak Menyerupakan Allah dengan Makhluknya (Tasbih).
4.      Sehingga Ahlus sunnah senantiasa berjalan dengan Mentauhidkan Allah dengan uluhiyah ,rububiyah, dan asma sifat dan Mensucikan Allah subhanahu wata’ala
5.      Mentauhidkan Allah dalam Asma wa sifat, dengan mengimani semua Nama-nama Allah dan Sifat-sifat Allah yang terkandung dalam Al-Quran dan As Sunnah dengan tanpa menyelewengkan Maknanya dengan makna lain dengan tidak merubah lafadz dan tidak merubah Maknanya seperti apa adanya dalam Bahasa Arab. Dan ini merupakan pengenalan yang Lurus dalam meng esakan Allah subhanahu wata’ala dalam Asma Wa sifat. dengan tidak menyerupakan dengan makhluk dan tidak bertanya kaya apa, seperti apa, bagaimananya.
6.      Ahlus sunnah menetapkan Sifat Allah tidak seperti Jahmiyah yang menolak Sifat Allah.
7.      Mensucikan Allah yaitu dengan meyakini Allah tidak serupa dengan Makhluknya, kita sucikan Allah.
8.      Dan Ahlus sunnah mengikuti ayat Allah , Allah tidak serupa dengan Makhluknya.
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-Syuura: 11)
·         Dalam ayat ini, pertama yaitu dengan mensucikan Allah terlebih dahulu, karna tidak mungkin Allah serupa dengan Makhluknya
·         Setelah itu baru menjelaskan Sifat Allah Maha mendengar dan Maha Melihat.
9.      Dasar memahami Tauhid Asma wa sifat :
-          Itsbat   = Menetapkan Sifat-sifat Allah
-          Tanzih = Mensucikannya dari Penyerupaan
10.  Sifat Allah sesuai dengan Keagungan dan Kemuliaan Allah subhanahu wa ta’ala
11.  Kita mengenali Allah dengan berita-berita apa yang ada dalam Al Quran, segala yang diberitakan dalam Al-Quran Wajib kita Imani, Apa yang diberitakan dalam hadits Wajib kita Imani, Apa yang tidak diberitakan maka kita katakana “Saya tidak tahu”.
12.  Makhluk yang diciptakan Allah dengan Tangannya langsung :
-          Adam
-          Surga Al Adn
-          Taurat
13.  Semua sifat-sifat yang disebutkan dalam Al-Quran dan disebutkan dalam Riawat-riwayat yang shahih kita perlakukan dengan kita Imani Lafadz dan maknanya, dan kita tidak mentakwilkannya, tidak menolaknya, dan kita dalam keadaan tidak menyamakan dengan Makhluk. Seperti sifat Mendengar, Sifat Melihat, Wajah Allah, sifat Ilmu Allah, sifat Kekuatan Allah, sifat Kemuliaan Allah, sifat Keagungan, sifat Kehendak dan Keinginan, dan sifat Berbicara, sifat Ridho , Cinta dan sifat Marah / membenci,Murka, sifat Gembira Ketika ada seseorang yang bertaubat, sifat Tertawa (kisah orang yang terakhir masuk kedalam Surga)
14.  Allah Maha Tinggi diatas Arsynya  
ٱلرَّحْمَٰنُ عَلَى ٱلْعَرْشِ ٱسْتَوَىٰ
(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas 'Arsy.
[Thaha/20:5].
Semoga Allah membalas kebaikan para Asatidz yang sudah memberikan faidah-faidah luarbiasa.
Apabila ada kekurangan dari tulisan penulis, semata-mata itu kesalahan penulis.
Allah azza Wa jalla terbebas dari kesalahan tersebut,
Semoga bermanfaat buat kami dan sebagai tambahan Amal, dan Pembaca sebagai tambahan Ilmu dan Amal.
Semoga Penulis diberikan ke Istiqomahan dalam membuat Faidah-faidah dari Kajian
Wabillahi taufiq

Menjelang Maghrib di Desa Babakan , 11 Ramadhan 1441 H / 04 Mei 2020
Muhamad Nauval Wicaksono