Langsung ke konten utama

REBUTAN MAINAN

Indah bukan masa-masa kita diwaktu kecil ? masa masa dimana kita sangat Bahagia… tidak seperti sekarang yang mungkin terbebani cicilan dan lainnya. Sewaktu kecil kita mempunyai sebuah mainan yang sangat kita cintai, apabila mainan tersebut hilang,rusak, kita sangat sedih sekali bukan ? atau Ketika kita saling berebut mainan dengan Kakak dan Adik kita yang mungkin membuat kita jengkel.

LAKI-LAKI ADALAH PEMIMPIN



Laki-laki adalah Penanggung Jawab. Siapa yang menjadi tanggung jawab bagi laki-laki ? Yang menjadi tanggung jawab adalah Keluarganya. Istrinya, Anak-anaknya, Kerabatnya, Pembantu dalam rumah tangganya.
Tanggung jawab berupa menafkahi mereka, mengayomi hal-hal yang dibutuhkan dalam keluarganya. Itu semua karena Allah lah yang Mengutamakannya dan itu sesuai dengan Kehendak Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Maha-besar.”
[An-Nisaa’/4: 34].
3 Nafkah Suami bagi Istri :
·         Pakaian
·         Tempat Tinggal
·         Makanan
Apabila sudah tercukupi, maka seorang Istri hendaknya Membalut dengan 2 Hal :
1.      Yang Pertama dia harus Membalut dirinya dengan Sifat Qonaah (merasa cukup) Ridho dengan apa yang telah Allah berikan kepada kita. Membentengi diri kita dari tetangga-tetangga sebelah.
2.      Wanita yang shalihah mempunyai Motto selalu, Istiqomah, continyu melaksanakan Ibadah Kepada Allah.
Laki-laki bertanggung jawab ialah Laki-laki yang Berani dan memiliki Kekuatan dalam keluarga tersebut, tidak cengeng, tidak mental Kerupuk, sehingga harus meminta sesuatu kepada Istrinya.
Konsep Islam adalah Seorang Muslim dia harus Berbahagia dengan nikmat, dengan rizki apa yang telah Allah berikan kepadanya.
Seorang suami Dayyuts yaitu seorang suami yang tidak mempunyai Rasa Cemburu terhadap Istrinya. Yang dimana Rasulullah shallallahu’alaihiwassalam katakan suami dayyuts itu tidak akan memasuki Surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, di mana beliau bersabda,
ثَلاَثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالْدَّيُّوثُ الَّذِى يُقِرُّ فِى أَهْلِهِ الْخُبْثَ
“Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya.” (HR. Ahmad 2: 69. Hadits ini shahih dilihat dari jalur lain)
Cemburunya Sa’ad bin Abi Ubadah ditanya apabila istrinya berzina
Beliau mengatakan:
لَوْ رَأَيْتُ رَجُلاً مَعَ امْرَأَتِي لَضَرَبْتُهُ بِالسَّيْفِ غَيْرَ مُصْفِحٍ
“Seandainya aku melihat seorang laki-laki bersama istriku niscaya aku akan memukul laki-laki itu dengan pedang (yang dimaksud bagian yang tajam, pent.)…”
Mendengar penuturan Sa‘ad ini, tidaklah membuat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam mencelanya. Bahkan beliau bersabda:
أَتَعْجَبُوْنَ مِنْ غَيْرَةِ سَعْدٍ؟ لَأَنَا أَغْيَرُ مِنْهُ، وَاللهُ أَغْيَرُ مِنِّي
“Apakah kalian merasa heran dengan cemburunya Sa’ad?
Sungguh aku lebih cemburu daripada Sa’ad, dan Allah lebih cemburu dariku.”
(Hadits shahih. HR. Bukhari, dalam “Kitab an-Nikah, bab al-Ghairah” dan Muslim, no. 1499).
Jika perselingkuhan itu sangat buruk sekali, maka keutamaan seorang wanita yang menjaga dirinya sangat Besar. Karena Fitrah Wanita adalah Dirumahnya.
Pertengkaran Suami Istri tidak boleh keluar dari kamar, tidak boleh terdengar oleh tetangga, tidak boleh terdengar oleh mertua, tidak boleh terdengar oleh Orang tua. Harus sebatas Diatas Kasur. Jangan dibuka rahasia-rahasia Rumah Tangga. Keluar dari kamar, harus Tersenyum Kembali.
Boleh Memukul istri, Ulama menjelaskan memukul dengan bantal, Ali bin Abi Thalib mengatakan memukul dengan Siwak, tetap yang terbaik yaitu laki-laki yang tidak memukul Istrinya seperti yang dicontohkan Rasulullah shallallahu’alaihiwassalam.

Semoga yang sedikit ini Bermanfaat dan tambahan Ilmu dan Amal
15 Ramadhan 1441 H / 07 Mei 2020
@ Purbalingga Tercinta